Cara Hitung Pajak Penghasilan Bruto Untuk Perusahaan

Bagi perusahaan, mengetahui bagaimana cara untuk hitung pajak penghasilan bruto adalah hal yang sangat penting. Pemahaman tentang cara hitung ini nantinya akan membantu perusahaan untuk menyiapkan dana untuk membayar pajak sehingga kondisi keuangan perusahaan tentu saja akan cenderung lebih stabil.



Umumnya, pengusaha merasa bahwa perhitungan pajak penghasilan bruto tersebut merupakan hal yang rumit. Padahal sebenarnya, cara untuk menghitung pajak penghasilan untuk perusahaan bukan merupakan hal yang sulit ataupun ribet.

Hanya saja, memang ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk melakukan perhitungan tersebut. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa hal terkait perhitungan pajak penghasilan bruto yang perlu diketahui. Penasaran? Simak beberapa ulasan di bawah ini!

Cara Menghitung PPhTerutang

Berbincang tentang cara untuk menghitung pajak penghasilan bruto, salah satu hal yang penting untuk diketahui adalah cara untuk menghitung pajak penghasilan ter-utang. Untuk poin ini, perhitungan didasarkan pada pasal 17 ayat 1 bagian b UU Nomor 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan.

Dalam peraturan ini, besaran pajak yang dikenakan pada badan adalah sebesar 25%. Besaran tarif pajak ini mulai berlaku pada tahun 2010.

Hanya saja, besaran tarif yang lebih rendah dari ketentuan di atas dapat dikenakan pada wajib pajak badan dalam negeri dengan beberapa ketentuan. Adapun beberapa ketentuan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

·         Merupakan sebuah perseroan terbuka

·         Memiliki sedikitnya 40% dari jumlah keseluruhan saham di mana disetor serta diperdagangkan di bursa efek Indonesia

·         Tarif yang dikenakan adalah 5% lebih rendah dari ketentuan normal

Sebagai contoh, misalnya ada sebuah perusahan X memiliki penghasilan kena pajak sebesar Rp 2.000.000.000. Maka, tarif pajak penghasilan yang harus dibayarkan adalah:

25% x 2.000.0000.000 = Rp 500.000.000

Ketentuan Lain Terkait Pajak Penghasilan Badan Usaha

Selain dari detail mekanisme di atas, ada hal lain yang juga perlu untuk dipahami terkait perhitungan pajak penghasilan bruto. Hal yang dimaksud adalah peredaran bruto serta detail kepentingan dalam perhitungan pajak tersebut.

Perlu diketahui, peredaran bruto merupakan seluruh penghasilan yang diterima, baik untuk badan ataupun perseorangan. Perhitungan pajak nantinya akan didasarkan PKP sesuai dengan catatan pembukuan.

Secara singkat, ada dua norma perhitungan penghasilan neto yang bisa diterapkan untuk perhitungan pajak penghasilan bruto, yaitu:

1)      Peredaran bruto hingga 50 miliar

Norma pertama yang digunakan dalam perhitungan pajak penghasilan adalah peredaran bruto hingga 50 miliar. Terkait poin ini, Anda bisa melihat informasi dalam tabel di atas untuk melihat bagaimana cara perhitungan pajak yang dilakukan.

Penghasilan Kotor (Bruto) (Rp)

Tarif Pajak

Kurang dari Rp4,8 Miliar

50% x 25% x Penghasilan Kena Pajak

Lebih dari Rp4.8 Miliar s/d Rp50 Miliar

[(50%x25%) x Penghasilan Kena Pajak yang Memperoleh Fasilitas] + (25% x Penghasilan Kena Pajak Tidak Memperoleh Fasilitas

2)      Peredaran bruto di atas 50 miliar

Norma kedua dalam perhitungan penghasilan neto adalah peredaran bruto dengan jumlah di atas 50 miliar. Dalam poin ini nantinya besaran pajak akan dihitung dengan dasar ketentuan umum yang berlaku atau tanpa adanya fasilitas pengurangan tarif.

Oleh karenanya, bisa dikatakan jika besaran pajak penghasilan badan yang harus dibayarkan adalah 25% dari total penghasilan kena pajak. Nah, untuk memudahkan Anda memahami detail perhitungan pajak penghasilan dengan norma ini, lihat detail tabel di bawah ini.

Penghasilan Kotor (Bruto)

Tarif Pajak

Kurang dari Rp4.8 Miliar

1% x Penghasilan Kotor

(Peredaran Bruto)

Lebih dari Rp4.8 Miliar s/d Rp50 Miliar

{0.25 – (0.6 Miliar/Penghasilan Kotor)} x PKP

Lebih dari Rp50 Miliar

25% x PKP

Dari detail tabel di atas, Anda bisa mengetahui rumusan untuk menghitung pajak penghasilan dengan norma yang berbeda. Tentu, setelahnya, Anda bisa menyamakan rumusan tersebut dengan detail penghasilan yang didapatkan perusahaan.

Sebenarnya, perhitungan pajak penghasilan bruto tersebut kini bisa dilakukan dengan lebih mudah menggunakan aplikasi Klik Pajak. Aplikasi ini nantinya akan membantu Anda melakukan perhitungan pajak tidak hanya lebih cepat, namun juga lebih akurat.

Oleh karenanya, ada baiknya jika Anda menggunakan aplikasi ini sebagai solusi hitung pajak penghasilan bruto. Untuk informasi tambahan lain terkait perhitungan pajak penghasilan bruto tersebut, Anda bisa mendapatkannya di sini. Semoga bermanfaat.

Deskripsi: hitung pajak penghasilan bruto menjadi hal yang penting untuk diperhatikan sebagai wajib pajak. Anda bisa menggunakan aplikasi Klik Pajak untuk memudahkan perhitungan.

No comments:

Powered by Blogger.